Dulu saya sempat beberapa kali dapet bulletin board message di Friendster yang isinya kurang lebih: Friendster crowded, admin harus melakukan sesuatu, seluruh penerima pesan diminta meneruskan pesan tersebut ke semua orang dalam friendlistnya, pesan tersebut dikirim admin Friendster. WTF? Ngapain admin bikin bulletin board kaya gini? Bukankh lebih simple kalo kirim message langsung ke semua member? Kebenaran pesan ini udah disanggah sama pihak Friendster melalui FAQ nomor 11, tapi tetep aja gua masih dapet juga.
Sekarang ada lagi pesan yang isinya: Friendster beta gk lama lagi bakal final dan gak gratis lagi, semua member diminta alamat emailnya supaya bisa tetep gratis, email-email yang masuk bakal diinvite sama pengirim pesan. WTF? Kalo layanan Friendster bakal jadi berbayar, ya tinggal bayar. Kalo gak mau bayar, ya dadah Friendster. Ngapain lagi minta alamat email kalo bukan bahan korban spam? Dan begonya, masih banyak juga yang promptly trust the dog.
Kasus yang kedua ini biangnya orang Indonesia dan korbannya orang Indonesia semua. Sangat wajar kalau rating cyber-crime di Indonesia termasuk tinggi di dunia. Kehati-hatian orang-orang Indonesia di internet sepertinya masih sangat rendah. Ya, ini subyektif, and this is my blog too.
Guys, please, hati-hati di internet. Jangan gampang percaya sama orang-orang di internet. Bahkan orang yang sedang berada di sebelah Anda sekalipun dapat menjadi orang yang sangat berbeda di internet. Just don’t promptly trust anyone, not even your mom, not even your dad, not even your mates. On internet everybody knows that you are a dog (TM Jay).
Rencana ke warnet harus tertunda gara-gara kepengen nonton pemilihan Ketua DPR yang baru. Dan akhirnya Paket A mendapat suara terbanyak, Agung Laksono akan menjadi ketua DPR selama satu periode yang akan datang didampingi Soetardjo Soerjogoeritno, Muhaimin Iskandar, dan Zainal Ma’arif.
Paket pemenang (Paket A) diusulkan oleh Fraksi PDIP, Fraksi Partai Golkar, Fraksi PDS, dan Fraksi PBR yang tergabung dalam Koalisi Kebangsaan. Sedangkan Paket B (komposisi Endin A. J. Soefihara untuk posisi ketua, didampingi Farhan Hamid, Ali Masykur Musa, dan E. E. Mangindaan) adalah usulan dari Fraksi PAN, Fraksi PD, Fraksi PPP, Fraksi PKS, dan Fraksi PKB.
Proses penghitungan suara sempat diramaikan oleh para interuptor. Masalahnya itu-itu saja, urusan sah dan tidak sah sebuah surat suara. Di awal pemilihan sudah disepakati bahwa surat suara hanya ditulisi dengan huruf ‘A’ atau huruf ‘B’, tapi ternyata masih saja ada wakil rakyat yang ternyata tidak cukup pandai dan menuliskan kata-kata lain seperti ‘paket’, ’saja’, dll. yang akhirnya hanya membuat suaranya menjadi tidak sah dan mengundang protes.
Penghitungan baru selesai pada tanggal 2 Oktober 2004 pukul 00:27 WIB. Akibatnya pelantikan anggota MPR (yang menurut Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2003 tentang Susduk DPR, DPD, dan MPR harus dilaksanakan tanggal 1 Oktober) jadi terlambat.
Gak apa-apa lah, demokrasi sudah lebih terlihat di negeri ini. Hasilnya mungkin belum terasa manis, tapi harapan masih ada. Mudah-mudahan ada sesuatu yang dihasilkan pada periode ini. Dan saya siap mengaktifkan fungsi kontrol pada diri saya dengan memanfaatkan seluruh sarana legal yang ada.
Komentar Terbaru