Gas LPG (el pi ji) mulai langka lagi. Minggu lalu kakak ipar harus mengeluarkan uang sebanyak 80ribu rupiah untuk mendapatkannya. Dan yang edan, gosipnya harga tabung gas saat ini berada di kisaran 750ribu sampai dengan 1juta rupiah. Bener-bener sinting!
Hmm … jadi inget kejadian setaun yang lalu.
Tengah hari, lagi di depan komputer dengan kepala nyaris ngebul. Tiba-tiba bel di rumah berbunyi. Saya (yang tetap gagah walaupun sedang pusing) terpaksa menghentikan sejenak kegiatan memijit papan ketik. Setelah membuka pintu dan menghampiri si penekan tombol bel, terjadilah sebuah dialog.
Mas-mas (M): Selamat siang, Pak. Boleh mengganggu sebentar?
Saya (S): Ada apa mas?
M: Kami dari PT. X (lupa) ditunjuk oleh Pertamina untuk menyurvei tabung gas di rumah bapak.
S: (bingung) Maksudnya ngapain aja mas?
M: Kami mau memeriksa tabung gasnya, Pak. Mencatat nomor serinya dan memeriksa kondisi tabung.
S: (tambah bingung) Tabung gasnya ya? Kenapa ga di agen aja surveinya? Kan di sana tabungnya ada banyak.
M: Kami mau memeriksa yang ada di rumah-rumah, Pak.
S: Kalo 5 menit setelah survei ternyata gas saya abis pas lagi masak, terus saya beli gas lagi, hasil surveinya udah ga akurat dong. Jadi ga ada gunanya kan survei di rumah-rumah?
M: Jadi saya boleh periksa tabung gasnya, Pak? (mulai blunder)
S: Ya engga lah, alesannya ga masuk akal gitu.
M: Ya udah, makasih (sambil pergi).
S: Sama-sama (sambil tersenyum puas).
Dan seminggu kemudian, di rapat pengurus RW, seorang bapak bercerita tentang nasib selang gasnya yang bocor akibat membiarkan seseorang yang hendak mensurvei tabung gas masuk ke rumahnya. Ternyata orang itu cuma mau jualan selang gas. Duh!
wah .. malah sempet diceritain mamah kemaren nelp, cenah udah mencapai 90rb rupiah … dannn itupun barangnya susah dicari :(
rini bilang:
Hebat kan? Cuma di Indonesia yang bisa kaya gini. Meureun :p