Tag Archive for 'Hari ke Hari'

Survei Tabung Gas

Gas LPG (el pi ji) mulai langka lagi. Minggu lalu kakak ipar harus mengeluarkan uang sebanyak 80ribu rupiah untuk mendapatkannya. Dan yang edan, gosipnya harga tabung gas saat ini berada di kisaran 750ribu sampai dengan 1juta rupiah. Bener-bener sinting!

Hmm … jadi inget kejadian setaun yang lalu.

Continue reading ‘Survei Tabung Gas’

Kawos IG

Akhirnya sempet juga ngambil kawos ke kantornya Bunda Endhoot. Nunggu lama, tapi ga nyesel setelah dapet buntelannya. Silakan liat fotonya :)

Reunion Effects

reunion (re + union)

  1. The process or act of reuniting.
  2. A planned event at which members of a dispersed group meet together.

Terjemahan bebas definisi kedua dari kata reunion di atas kira-kira seperti ini: “Sebuah kegiatan yang direncanakan untuk mempertemukan kembali sebuah kelompok yang sudah lama berpisah.” Ada time constraint dalam definisi tersebut, jeda waktu ketika anggota kelompok itu tidak bertemu satu sama lain.

Kuncen KaretAktifitas kita setiap detik, meninggalkan jejak di dalam otak. Jejak ini kita kenal dengan nama kenangan. Dan seperti halnya jejak kaki yang semakin jelas apabila pijakannya kuat dan akan pudar seiring berjalannya waktu, kenangan juga akan semakin kuat bila aktifitas yang terekam semakin penting dan akan terlupakan seiring berjalannya waktu. Tapi, berbeda dengan jejak kaki, kenangan yang sudah terlupakan bisa dibangkitkan kembali, tentunya dengan trigger yang tepat, dan salah satunya adalah bersinggungan kembali dengan obyek-obyek yang berhubungan dengan kenangan tersebut. Dan reuni adalah sarana yang tepat untuk memancing kembali kenangan seseorang mengenai kelompok lamanya.
Continue reading ‘Reunion Effects’

Start Slide Show with PicLens Lite PicLens

Anembryonic Gestation

Anembryonic gestation (atau dikenal juga dengan nama blighted ovum/B.O., kehamilan kosong, kehamilan calang, atau kacingcalang) adalah kondisi di mana embrio yang berada di dalam kandungan, tidak berkembang. Kasus ini biasanya terjadi pada triwulan pertama, ketika bahkan kehamilan mungkin belum disadari.

Seperti halnya kehamilan biasa, wanita yang mengalami kasus ini juga akan mengalami gejala yang sama, seperti mual, pegal, kejang perut, tidak datang bulan, dan lain-lain. Bahkan tes hCG akan memberikan hasil positif. Anda harus curiga menghadapi kasus ini apabila mengalami pendarahan atau vagina mengeluarkan flek. Segera konsultasi dengan dokter, karena pendarahan sekecil apapun pada saat kehamilan adalah tidak normal.

Kasus ini berbeda dengan hamil di luar kandungan, karena embrio sebenarnya sudah berada di tempat yang benar. Penyebab terjadinya kasus ini adalah abnormalitas kromosom atau masalah hormonal lainnya. Tubuh wanita secara alami akan mengenali kejanggalan ini dan secara alami pula akan menghentikan proses pertumbuhan janin. Kalaupun pertumbuhan janin tidak terhenti, kemungkinan besar bayi yang terlahir nantinya akan mengalami cacat berat.

Istilah kegagalan kehamilan dini juga banyak digunakan untuk merujuk pada kasus ini. Dan seperti kasus kegagalan kehamilan lainnya, kasus ini akan berujung pada proses evakuasi alami (seperti yang terjadi pada kasus keguguran). Tubuh wanita secara alami akan mampu melakukan proses ini, namun kuretase akan tetap diperlukan untuk meneliti penyebab terjadinya kasus ini dan untuk memastikan rahim telah bersih sehingga wanita tersebut dapat berusaha untuk hamil lagi setelah jangka waktu tertentu (biasanya sekitar tiga bulan).

Sayangnya kasus ini tidak dapat dicegah. Namun sisi baiknya, kasus ini biasanya hanya terjadi satu kali seumur hidup, sangat-sangat jarang seorang wanita mengalami kasus ini lebih dari satu kali.

Kasus ini telah menimpa istri saya. Proses evakuasi yang dilanjutkan dengan kuretase telah dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 27 Februari yang lalu. Dan sekarang istri saya sudah bekerja kembali, bersenang-senang dengan murid-muridnya. Mudah-mudahan kasus ini benar-benar tidak terjadi untuk keduakalinya.

Pada Suatu Sore

Waktu lagi berpusing-pusing di depan komputer, tiba-tiba telepon berbunyi.

Saya: Assalamualaikum
[suara perempuan]: Selamat sore, saya X dari Telkom. Bapaknya ada.
Saya: Maksudnya bapak siapa mbak?
X: Ehm… bapak yang punya rumah ada?
Saya: Ya saya sendiri mbak.
X: Oh… ini dengan putranya?
Saya: (gusrak!) Bukan mbak (keluh)
Continue reading ‘Pada Suatu Sore’

Sedang Siboug!

Udah lama gak nge-blog, gak tenang rasanya (padahal sempet berbulan-bulan hiatus). Posting terakhir pun cuma gara-gara gak sengaja baca beritanya di Google News. Ide sih banyak, pengen nulis ini, pengen nulis itu, tapi gak ditulis juga. Tapi idenya udah dikunci, gak akan dibiarin lepas, suatu saat pasti ditulis.

Dan, untuk menjawab pertanyaan “ngapain aja selama ini sampe ga sempet nge-blog?”, silakan terus membaca :)

Continue reading ‘Sedang Siboug!’

Bukan Tentang Kartini

Setelah menulis sedikit tentang Joan MirĂ³ kemarin, saya bertanya-tanya “Kapan Google akan memberikan atribusi bagi tokoh Indonesia?” Dan hari ini, saya bertanya lagi pada diri sendiri “Kenapa hari ini ga nulis tentang Kartini?” Alasannya, sudah banyak yang menulis tentang Kartini. Ngeles? Iya lah! :p Daripada sok tau nulis tentang Kartini, lebih baik saya menulis tentang keseharian istri saya.

Continue reading ‘Bukan Tentang Kartini’

Ada ya orang kaya gini?

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan tugas bulanan, bayar rekening-rekening. Kenapa ga lewat ATM? Kasian kasir-kasirnya, ntar jadi ga ada kerjaan :p Perjalanan hari itu dimulai dengan mengambil uang di ATM (tuh kan, kenapa ga lewat ATM aja sih?). Karena jumlah semua tagihannya udah tau, ngambilnya juga seperlunya aja.

Perhentian berikutnya adalah tempat pembayaran rekening PDAM di jalan Atlas, Antapani. Di tempat ini sih belum pernah ada masalah, loketnya ada empat dan petugasnya juga cukup sigap,ga pake lama lah. Setelah parkir motor saya masuk ke gedung, pencet tombol merah,kebagian nomer 156, sisa 17 pengantri. Ga nyampe 5 menit udah dipanggil ke loket 3. Pas nyampe loket petugasnya masih ngasih kembalian ke pengantri sebelumnya.

Saya masih belum dilayanin waktu tiba-tiba ada seorang ibu nyelonong bawa kertas yang ada tulisan nomer 174. Si ibu berusaha ngeduluin, saya sih senyum aja sama petugasnya, dan bagusnya petugas itu ga mau ngelayanin, dia bilang “Tunggu dipanggil ya, Bu”. Tapi si ibu tetep keukeuh berdiri nungguin. Sambil nunggu tagihan saya diproses, setelah ngelirik ke monitor antrian saya bilang sama si ibu “Bu, ibu mah lami keneh, ibu pan kengingna nomer 174, ayeuna nembe nomer 159″ (Bu, giliran ibu masih lama, ibu kan kebagian nomer 174, sekarang baru nyampe nomer 159). Dan si ibu bilang “Ah eta mah pan pami nuju rame, da ayeuna mah nuju sepi iyeuh, teu kedah giliran atuh” (Ah, itu kan kalo lagi rame, sekarang kan lagi sepi, ga usah giliran dong). Saya senep, petugasnya senep, ga ditanggepin lagi tuh ibu. Sebelum keluar saya nengok lagi ke belakang, si ibu masih tetep berdiri di situ ga diladenin. Ada ya orang kaya gitu?

Continue reading ‘Ada ya orang kaya gini?’