Tag Archive for 'Ngaca'

Kesempatan Kedua

هُوَ الَّذِي يُصَوِّرُكُمْ فِي الْأَرْحَامِ كَيْفَ يَشَاءُ لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
Dialah yang membentuk kamu dalam rahim sebagaimana dikehendaki-Nya. Tak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
(Q.S. 3:6)

Alhamdulillah, kami mendapatkan kesempatan kedua. Saat sholat atau sesudahnya, kami membaca ayat ini seraya meminta apa yang kami harapkan atas calon anak kami. Semoga kali ini tidak ada hambatan yang berarti. Amiin.

Start Slide Show with PicLens Lite PicLens

Ga Penting Banget

Belum tidur, masih blogwalking dan berusaha mengikuti perselisihan seleb blog.
Ga lucu ah! Pada baekan sana!

Sengaja ga pasang link ke mana-mana, biar yang ga ngerti ga jadi ngerti dari sini.

Reunion Effects

reunion (re + union)

  1. The process or act of reuniting.
  2. A planned event at which members of a dispersed group meet together.

Terjemahan bebas definisi kedua dari kata reunion di atas kira-kira seperti ini: “Sebuah kegiatan yang direncanakan untuk mempertemukan kembali sebuah kelompok yang sudah lama berpisah.” Ada time constraint dalam definisi tersebut, jeda waktu ketika anggota kelompok itu tidak bertemu satu sama lain.

Kuncen KaretAktifitas kita setiap detik, meninggalkan jejak di dalam otak. Jejak ini kita kenal dengan nama kenangan. Dan seperti halnya jejak kaki yang semakin jelas apabila pijakannya kuat dan akan pudar seiring berjalannya waktu, kenangan juga akan semakin kuat bila aktifitas yang terekam semakin penting dan akan terlupakan seiring berjalannya waktu. Tapi, berbeda dengan jejak kaki, kenangan yang sudah terlupakan bisa dibangkitkan kembali, tentunya dengan trigger yang tepat, dan salah satunya adalah bersinggungan kembali dengan obyek-obyek yang berhubungan dengan kenangan tersebut. Dan reuni adalah sarana yang tepat untuk memancing kembali kenangan seseorang mengenai kelompok lamanya.
Continue reading ‘Reunion Effects’

Start Slide Show with PicLens Lite PicLens

Ada ya orang kaya gini?

Beberapa hari yang lalu, saya melakukan tugas bulanan, bayar rekening-rekening. Kenapa ga lewat ATM? Kasian kasir-kasirnya, ntar jadi ga ada kerjaan :p Perjalanan hari itu dimulai dengan mengambil uang di ATM (tuh kan, kenapa ga lewat ATM aja sih?). Karena jumlah semua tagihannya udah tau, ngambilnya juga seperlunya aja.

Perhentian berikutnya adalah tempat pembayaran rekening PDAM di jalan Atlas, Antapani. Di tempat ini sih belum pernah ada masalah, loketnya ada empat dan petugasnya juga cukup sigap,ga pake lama lah. Setelah parkir motor saya masuk ke gedung, pencet tombol merah,kebagian nomer 156, sisa 17 pengantri. Ga nyampe 5 menit udah dipanggil ke loket 3. Pas nyampe loket petugasnya masih ngasih kembalian ke pengantri sebelumnya.

Saya masih belum dilayanin waktu tiba-tiba ada seorang ibu nyelonong bawa kertas yang ada tulisan nomer 174. Si ibu berusaha ngeduluin, saya sih senyum aja sama petugasnya, dan bagusnya petugas itu ga mau ngelayanin, dia bilang “Tunggu dipanggil ya, Bu”. Tapi si ibu tetep keukeuh berdiri nungguin. Sambil nunggu tagihan saya diproses, setelah ngelirik ke monitor antrian saya bilang sama si ibu “Bu, ibu mah lami keneh, ibu pan kengingna nomer 174, ayeuna nembe nomer 159″ (Bu, giliran ibu masih lama, ibu kan kebagian nomer 174, sekarang baru nyampe nomer 159). Dan si ibu bilang “Ah eta mah pan pami nuju rame, da ayeuna mah nuju sepi iyeuh, teu kedah giliran atuh” (Ah, itu kan kalo lagi rame, sekarang kan lagi sepi, ga usah giliran dong). Saya senep, petugasnya senep, ga ditanggepin lagi tuh ibu. Sebelum keluar saya nengok lagi ke belakang, si ibu masih tetep berdiri di situ ga diladenin. Ada ya orang kaya gitu?

Continue reading ‘Ada ya orang kaya gini?’